Jahitan Obras Overdeck dan Rantai serta Fungsi Masing Masing
Obras, overdeck, dan jahitan rantai memiliki fungsi berbeda pada kaos: obras merapikan serta menyambung tepi kain, overdeck menghasilkan kelim yang rapi dan lentur, sedangkan jahitan rantai memberi fleksibilitas sekaligus penguatan pada bagian tertentu. Kualitas jahitan tidak hanya ditentukan oleh jenisnya, tetapi juga oleh kerapatan, ketegangan benang, kesesuaian dengan bahan, serta kerapian hasil akhir.
Kaos yang tampak rapi dari luar belum tentu dibuat dengan konstruksi yang sama. Ketika bagian dalam diperiksa, terlihat beberapa bentuk jahitan: ada benang yang membungkus tepi kain, dua garis sejajar pada kelim, atau pola menyerupai rantai. Ketiganya sering disebut obras, overdeck, dan jahitan rantai. Masing-masing memiliki pekerjaan berbeda.
Nama jahitan di pasar tidak selalu dipakai secara seragam. Istilah overdeck, misalnya, lazim digunakan di Indonesia untuk menyebut jahitan penutup atau coverstitch pada kelim kaos. Sebutan dagang juga dapat merujuk pada mesin, bukan hanya formasi benangnya. Cara paling aman menilai hasil adalah melihat letak, bentuk, dan fungsi jahitan pada pakaian.
Obras atau overlock bekerja di tepi kain. Benang membungkus pinggiran agar rajutan atau anyaman tidak mudah terurai. Pada kaos, obras juga dipakai untuk menyambungkan dua lapis kain, misalnya pada sisi badan, bahu, dan lengan. Jahitan ini memiliki kelenturan yang cocok untuk kain rajut serta dapat dikerjakan dengan cepat.
Jumlah benang pada obras memengaruhi penggunaannya. Obras tiga benang banyak dipakai untuk merapikan tepi atau sambungan tertentu. Obras empat benang menggunakan dua jarum dan umumnya memberi sambungan lebih aman pada kain rajut. Ada pula safety stitch yang menggabungkan overedge dengan chainstitch untuk kebutuhan sambungan yang menuntut kekuatan lebih tinggi. Banyak benang tidak otomatis berarti paling tepat; pilihan mengikuti bahan dan beban jahitan.
Overdeck memiliki tampilan yang mudah dikenali pada ujung lengan dan bagian bawah kaos. Dari sisi luar terlihat dua atau tiga baris jahitan sejajar. Bagian dalam menampilkan benang looper yang menutup area di antara garis tersebut. Konstruksi ini membantu kelim tetap lentur sehingga tidak mudah putus ketika kaos diregangkan saat dipakai.
Overdeck juga dapat digunakan di sekitar leher atau sebagai jahitan dekoratif, tergantung mesin dan rancangan produk. Hasilnya perlu rata, tidak melompat, serta tidak menarik kain hingga berombak. Lebar jarum, kerapatan tusuk, tegangan benang, dan sistem pengumpan kain harus sesuai dengan ketebalan bahan.
Jahitan rantai atau chainstitch terbentuk ketika benang membuat rangkaian loop seperti mata rantai, biasanya terlihat pada sisi bawah kain. Struktur ini memberi kelenturan dan cocok untuk sejumlah sambungan yang menerima tarikan. Pada produksi pakaian, chainstitch dapat digunakan sendiri, sebagai jahitan dekoratif, maupun digabungkan dengan obras menjadi safety stitch.
Istilah jahitan rantai pada kaos lokal juga sering mengarah pada jahitan penguat dari bahu ke bahu di bagian belakang leher. Bentuk dan prosesnya dapat berbeda antarprodusen. Penguat tersebut membantu menjaga area pundak serta menutup kampuh agar terasa lebih rapi. Pemesan sebaiknya meminta contoh fisik atau foto detail daripada hanya menyebut istilahnya.
Ketiga jahitan tidak saling menggantikan. Obras menyambung sekaligus mengamankan tepi. Overdeck menyelesaikan kelim dengan hasil datar dan lentur. Chainstitch memberi karakter loop yang fleksibel serta dapat menambah kekuatan pada konstruksi tertentu. Satu kaos dapat memakai ketiganya pada bagian yang berbeda.
Kualitas tidak dapat dinilai hanya dari ada atau tidaknya jenis jahitan tertentu. Periksa apakah jaraknya konsisten, benang tidak kendur, tidak ada tusuk yang terlewat, dan kain tidak tertarik. Sambungan sebaiknya rata ketika dibentangkan. Sisa benang perlu dipotong rapi, sedangkan ujung jahitan harus diamankan agar tidak mudah terbuka.
Kerapatan tusuk perlu disesuaikan. Jahitan yang terlalu jarang berisiko kurang stabil, sedangkan jahitan yang terlalu rapat dapat menambah konsumsi benang, membuat kain kaku, atau menghasilkan lubang jarum yang berdekatan. Jenis serta ukuran jarum juga harus cocok dengan kain supaya tidak merusak serat atau menimbulkan skipped stitch.
Pengujian sederhana dapat dilakukan dengan menarik bagian jahitan secara wajar, membalik pakaian, lalu mengamati apakah benang tetap membentuk pola yang teratur. Sampel pencucian membantu menemukan kerutan kampuh, jahitan terbuka, perubahan bentuk kelim, atau benang yang putus. Pemeriksaan perlu dilakukan pada beberapa titik, bukan hanya satu kaos yang dipilih dari atas tumpukan.
Sebelum produksi, tuliskan jenis penyelesaian pada setiap bagian pakaian. Penjelasan seperti obras empat benang untuk sisi badan dan overdeck dua jarum untuk kelim lebih jelas daripada permintaan agar jahitan dibuat premium. Foto detail, contoh fisik, lebar kelim, serta warna benang dapat dimasukkan ke dalam tech pack atau lembar spesifikasi.
Bagak Konveksi dapat membantu menentukan konstruksi jahitan berdasarkan model, bahan, penggunaan, dan target kualitas produk. Pembaca tidak harus menghafal seluruh nomor klasifikasi jahitan. Pemahaman mengenai fungsi dasarnya sudah cukup untuk mengajukan pertanyaan yang tepat, memeriksa sampel secara lebih teliti, dan mengetahui alasan sebuah kaos terasa rapi serta tahan dipakai.
Butuh produksi seragam atau kaos custom?
Tim Bagak Konveksi siap bantu dari pemilihan bahan sampai barang sampai di lokasi Anda.
Konsultasi Gratis
